31.1.08

My great loss

tadi abis dari pemakaman mamanya Kinan...
gosh, di usia yang masih muda sang ibu telah pergi meninggalkannya untuk selama2nya
kinan terlihat kuat...
but i know she's not that strong
demi sang ibu, adik dan ayah, ia menahan air mata dan di simpan untuk dirinya sendiri
dia tidak ingin orang lain melihat air matanya itu

padahal...
ga ada yang salah kalo qta nangis gara2 kehilangan orang yang amat qta cintai
it's fine
it's OK, and it's human...

jadi inget waktu Opung Boru (nenek.red) meninggal
setiap mau tidur, aku berdoa kepada Tuhan kalo semua itu cuma mimpi
mimpi yang amat sangat buruk
dan ketika pagi menjelang...
Opung yang akan membangunkanku dari tidurku...
dan aku akan bercerita kepadanya kalo aku baru saja mengalami mimpi yang amat sangat buruk
mimpi akan kematiannya...
Opung pasti tertawa....
yeah... tertawa
dan hari akan berlanjut seperti biasanya...

tapi ketika aku bangun dari tidurku...
dia tidak ada...
jalan ke ruang tamu, dan yang kulihat adalah peti putih berenda yang indah
aku masih mengganggap kalo ini semua mimpi
ini gak bener
aku masih mimpi!!!

pelan2 jalan ke arah peti itu...
di dalamnya tidurlah seorang nenek yang terlihat sangat lelap sekali di balut kebaya yang indah dan perhiasan yang cantik...
itu opungku...
aku melihat dari ujung kepala sampai ke ujung kakinya
ini gak mungkin Tuhan...
tolong bangunkan aku Tuhan
udah cukup mimpi ini
CUKUP!!!!

tapi ternyata itu bukan mimpi...
itu nyata...
orang2 datang untuk memberikan ucapan duka cita kepada kami dengan mengenakan pakaian hitam hitam
ingin rasanya mengusir mereka, menampar mereka, menendang mereka dan berteriak kepada mereka "KALIAN SALAH RUMAH... PERGIIIIII KALIIIIIAAAAAN!!!!!"

aku tidak bisa berbicara...
tubuhku lemas
yang bisa kulakukan adalah diam memandangi peti itu
dan membiarkan mereka berdoa untuk opung...
aku menangis...menangis dan menangis.....
kenapa Tuhan...
kenapa??????

ketika peti hendak ditutup
tubuhku lemas
lemas tak berdaya,
bahkan bernafas pun sudah tak sanggup
yang tersisa hanya air mata yang tak henti2nya mengalir dari mataku

sampailah di tempat peristirahatan opung yang terahir
kami berdoa, menangis, berpelukan dan masih menganggap kalo ini semua hanya mimpi
ketika pendeta selesai berdoa
para keluarga pun melemparkan tanah kedalam liang kubur yang akan di tempati opung itu

kuambil segenggam tanah
dan ku lemparkan...
sambil berkata...
selamat jalan opung....

Tidak ada komentar: