31.1.08

Slamat jalan Tante Rina

Hari ini - tertanda tanggal 27 Januari 2007 - aku, yayac, marin n andra jenguk salah satu ibu dari teman qta yang bernama Kinan di RS Panti Rapih. Kemarin, sang ibu baru saja menjalani operasi dan hari ini masih berasa di ruang ICU.

Sesampainya di RS Panti Rapih, masih terbayang jelas dalam ingatan malem2 ke RS itu demi menemani seorang adik kecil yang dirawat di kamar Elizabeth 317. Entah kemana adik kecil itu sekarang... All I know that I miss him a lot!

Sang ibu di rawat di Carolus bagian ICU di lantai 2. Kinan pun menjemput kami di bagian depan dan mengantarkan kami ke kamar dimana sang ibu di rawat. Kamar yang sangat lucu, orang yang menjenguk hanya bisa melihat sang pasien dari kaca sisi kamar. Kamar itu seperti aquarium dimana si pasien tidak boleh di jenguk langsung oleh para penjenguk, yang bisa di lakukan oleh para penjenguk adalah melihat dari kaca sisi kamar.

Dari sisi kamar itu aku lihat seorang ibu yang terkapar lemah di ranjang dan seperti orang tenggelam yang berusaha mengambil nafas. Kinan menjelaskan keadaan ibunya dengan tabah, layaknya seorang reporter yang melaporkan bencana kepada pemirsa di TV, she seems numb... or pretend to be one. She explained to marin about things that happened during the pass few days, while me... I watched her father in the room, holding his wife's hand and kissed her in the forehead. If only a kiss is the cure, that would be the best cure ever. I felt love... too much love actually and suddenly tears were came into my eyes. I couldn't hold it any longer... I went off from that room... A full-of-love room... I just couldn't bear it... I never see my parents so in love like that.

hanya melihat kecupan itu, miris rasanya.... Rasanya seperti darah yang ada di tubuhku di sedot ke perut bumi dan tinggallah sebuah raga yang lemah tak berdaya... Lemas rasanya knowing that the person u love the most is going to leave u, not to another city, country or even continent, but to another world which we could not see them again... Ever

Di luar, I cried. I cried a lot of tears. i can't believe i cried because i felt love in that room. i can't imagine about the loss that kinan's family would suffer if sang ibu passed away... Oh God... give them strength to cope with it

akhirnya aku memutuskan buat masuk ke kamar itu lagi. dan ternyata kinan sekarang berada di sebelah sang ibu tercinta. kinan berbicara kepada sang ibu, seolah2 sang ibu bisa mendengarkan anak perempuannya dlm keadaan koma yang dialamianya. tanpa kusadari, mataku menitikkan air mata... how she could be so strong!!!

ga brapa lama akhirnya qta pulang. istirahat dan tidur.

ga berapa lama flora memberitahukan kalau sang ibu telah meninggal dunia. i was shocked.
i knew that it would come but not this fast. dear God... please give kinan the power to pass her loss.

at night, qta melayat ke rumah kinan. disana kinan tetap terlihat seolah2 tidak terjadi apa2. yang aku bisa cuma memeluk erat dirinya dan merasakan kesedihan yang amat sangat tetapi kesedihan itu ditutupi oleh pintu baja yang kuncinya telah di buang kinan entah kemana, dan sepertinya ia jg tidak perduli akan hilangnya kunci itu.

ketika ambulance datang, semua orang berdiri seakan2 memberikan penghormatan kepada sang ibu. sang ibu di masukan ke dalam rumah, aku pun masuk, walaupun awalnya aku menolak untuk masuk karna ku yakin aku pasti tidak kuat melihat hal itu semua. tapi akhirnya aku memutuskan bahwa aku harus mendoakan sang ibu.

Slamat jalan tante Rina...

Tidak ada komentar: